Detail Berita 

Detail Berita


Tak Mau Bertopang Dagu, Beberapa Asosiasi Pelaku dan Pemilik Pariwisata Jatim Adakan Roadshow

 14 September 2020    By: Superadmin

Sidoarjo | ikilhojatim – Pariwisata merupakan sektor yang merasakan dampak pandemi Covid-19 paling awal.

Hal itu terasa sejak pembatasan pembatasan aktivitas ditetapkan sejak awal tahun ini, dimana pemerintah telah membatasi kegiatan masyarakat sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19, terutama terkait kunjungan ke tempat wisata di dalam maupun luar negeri.

Hal itulah yang kemudian membuat penghasilan para pelaku pariwisata turun drastis. Terlebih para pelaku wisata kalangan menengah kebawah seperti pengemudi, crew bus wisata, rent car, karyawan hotel, karyawan resto, toko souvenir dan pemandu wisata.

Karenanya, tak ingin pasrah bertopang dagu menerima kondisi, Beberapa asosiasi pelaku pariwisata Jawa timur menggelar pertemuan di Ale Resto & Cafe, Pondok Jati Sidoarjo pada Selasa (08/09) Siang tadi.

Menurut pantauan ikilhojatim, Dalam pertemuan bertajuk Edukasi Pelaku dan Pemilik Pariwisata tersebut, nampak hadir beberapa asosiasi seperti ASPPERWI (Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia), CPI (Citra Pariwisata Indonesia), FHT (Forum Halal Tourism), dan GWI (Global Wisata Idaman).

Perwakilan ASPPERWI, Triatmo Sri Danardono mengatakan bahwa kegiatan ini penting sekali, karena dalam rangka pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19 sektor inilah yang harus pulih terlebih dahulu.

“Ini sebagai awal untuk membangkitkan pariwisata di jatim, supaya nanti bisa satu persepsi, karena pariwisata itu tidak bisa berdiri sendiri, harus kerjasama dan gotong royong” ujar pria yang akrab disapa Danar tersebut kepada ikilhojatim selesai acara.

Sesuai pengakuannya, banyak pelaku pariwisata yang merugi akibat dampak Covid-19, termasuk travel miliknya yang sedari awal Covid-19 merebak di bumi pertiwi, ia mengaku tak pernah mendapat omzet sepeserpun.

“Banyak yang merugi mas, sangat merugi, bahkan ada temen-temen yang gulung tikar, ya gimana wong objek wisata banyak yang tutup, termasuk yang status zonanya juga belum jelas juga tutup” imbuh Danar.

Ketua CPI itu menyebutkan bahwa status new normal tidak bisa banyak membantu, ia menganggap masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan New Normal tidak jauh berbeda, termasuk anggapan masyarakat terhadap kasus Covid-19.

“Ya kalaupun objek wisata dibuka, tetap saja toh masyarakat masih enggan berkunjung, ya karena takut Covid-19 itu tadi” terang Danar.

Masih kata Danar, ia mengaku telah menghadap dinas terkait guna mendapatkan informasi dan solusi akan tetapi pihak dinas terkait tidak bisa memberikan kepastian. 

 

https://ikilhojatim.com/tak-mau-bertopang-dagu-beberapa-asosiasi-pelaku-dan-pemilik-pariwisata-jatim-adakan-roadshow/


© 2020 PT. Global Wisata Idaman. All rights reserved.

Kami hadir disini untuk membantu anda, Mari berkonsultasi bersama kami.